Kesendirian
Indahnya cahaya purnama menghiasi langit malam ini
Dinginnya hawa sang malam mulai menggetarkan hati
Hai ada apa dengan semua ini
Kenapa semua seolah menertawakanku
Karena kesendirianku di tiap-tiap malam purnama
Udara yang dingin
Gemerisik rumput tertiup angin
Membentuk melodi nan indah merasuk kalbu
Nanar aku melihat itu semua
Seakan tak pernah bosan menemaniku sendiri menlewati tiap malam-malam sepi
Wahai ”kesepian”
Kenapa tak pernah kau jengah selalu bersamaku
Aku ingin si ”kebersamaan” yang berada di sini
Ku ingin sekali dapat merasakan apa yang mereka selalu rasakan
Berpisahlah kau ”kesepian” dariku sejenak
Hindarkan dirimu dariku sekejap saja
Izinkan aku mengecap indahnya rasa dalam suatu kebersamaan
Karena sendiri itu tidaklah enak
Seandainya pun aku dapat memilih
Ingin sekali ku bisa bersama ”kebersamaan” tanpa ditemani ”kesepian”
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Juli 2011
My Own Poetry
Memuja Yang Pantas Dicinta
Ketika senja bertemu awan
Lekuk awan berpadu dengan indahnya cahya Sang Surya
Itulah saat dimana ku sangat merindukanmu
Terbayang selalu hangat tatapan matamu
Indah menusuk ke dalam hati sanubari
Tak pernah dan tak akan pernah dapat kulupakan
Mengingatmu adalah kebiasaan
Mendambamu adalah rutinitas
Jika memelukmu adalah suatu dosa
Ku rela menempuh dosa itu hanya tuk dapat merasakan hangatnya pelukan darimu
Entah apa lagi yang harus ku lakukan
Untuk membuatmu percaya jikalau cinta ini nyata adanya
Tak pernah meminta
Tak pernah memaksa
Dan tak akan pernah ada habisnya
Indahmu adalah anugerah yang terindah
Dirimu adalah kebahagiaan yang laksana kekal di hatiku
Itulah kau
Ya kau
Dirimu
Hanya kau satu di hatiku
Ketika senja bertemu awan
Lekuk awan berpadu dengan indahnya cahya Sang Surya
Itulah saat dimana ku sangat merindukanmu
Terbayang selalu hangat tatapan matamu
Indah menusuk ke dalam hati sanubari
Tak pernah dan tak akan pernah dapat kulupakan
Mengingatmu adalah kebiasaan
Mendambamu adalah rutinitas
Jika memelukmu adalah suatu dosa
Ku rela menempuh dosa itu hanya tuk dapat merasakan hangatnya pelukan darimu
Entah apa lagi yang harus ku lakukan
Untuk membuatmu percaya jikalau cinta ini nyata adanya
Tak pernah meminta
Tak pernah memaksa
Dan tak akan pernah ada habisnya
Indahmu adalah anugerah yang terindah
Dirimu adalah kebahagiaan yang laksana kekal di hatiku
Itulah kau
Ya kau
Dirimu
Hanya kau satu di hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)